Sebagai bagian integral dari implementasi Kurikulum Merdeka dan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), SMPN 1 Gerung menerapkan sistem Asesmen dan Penilaian Pembelajaran yang holistik, berkelanjutan, serta berbasis bukti. Asesmen di sekolah kami tidak semata-mata ditujukan untuk memberikan angka atau menentukan nilai akhir, melainkan berfungsi sebagai alat refleksi untuk mengukur perkembangan kompetensi, mengidentifikasi kebutuhan belajar murid, serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara terus-menerus. Penilaian mencakup seluruh ranah pembelajaran, mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler.  

Proses evaluasi di SMPN 1 Gerung terbagi ke dalam tiga tahapan utama, yaitu Asesmen Awal (Diagnostik), Asesmen Formatif, dan Asesmen Sumatif. Pada awal semester, guru melakukan Asesmen Diagnostik non-kognitif maupun kognitif untuk pemetaan kesiapan, gaya belajar, dan latar belakang peserta didik. Selama proses belajar mengajar berlangsung, Asesmen Formatif dijalankan secara berkelanjutan melalui observasi, kuis interaktif, diskusi kelompok, penilaian diri, serta jurnal refleksi mingguan. Pendekatan formatif ini memberikan umpan balik langsung (feedback) bagi siswa untuk memperbaiki cara belajar mereka dan bagi guru untuk menyesuaikan strategi mengajar. Sementara itu, Asesmen Sumatif dilaksanakan pada akhir lingkup materi atau akhir semester melalui tes tertulis, tugas performa, hingga pameran portofolio proyek.  

Penilaian hasil belajar di SMPN 1 Gerung mengacu pada Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan batas ketuntasan minimal 72 untuk mata pelajaran wajib. Capaian belajar peserta didik tidak hanya diukur secara kuantitatif melalui skor angka, melainkan juga secara kualitatif dengan deskripsi naratif yang mencerminkan pencapaian 8 Dimensi Profil Lulusan (keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi). Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria minimal, sekolah menyediakan program pendampingan khusus (remedial), sedangkan siswa yang telah melampaui capaian akan diberikan program pengayaan (enrichment) berbasis proyek atau pembuatan media pembelajaran.  

Mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, SMPN 1 Gerung mengutamakan prinsip pertimbangan yang matang, berkeadilan, dan transparan melalui musyawarah dewan guru. Kenaikan kelas dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan laporan kemajuan belajar di seluruh mata pelajaran, catatan sikap dan karakter minimal kategori "Baik", serta kedisiplinan kehadiran siswa. Penilaian sumatif akhir jenjang (SAF-SP) juga diselenggarakan bagi siswa kelas IX sebagai pertimbangan kelulusan. Seluruh data hasil asesmen ini diolah dan dimanfaatkan melalui sistem Perencanaan Berbasis Data (PBD) untuk memastikan SMPN 1 Gerung senantiasa menghadirkan ekosistem belajar yang ramah anak, bermutu, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.